FPsi Talk Series 7 : Tantangan Pekerjaan Abad-21:Mengasah Values dan Soft Skills Mahasiswa
Kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan kerja selalu menarik untuk diingatkan sebagai bekal mahasiswa. F.Psi Talk Series 7 kali ini membahas tentang bagaimana kita mempersiapkan values dan soft skills dalam menghadapi dunia kerja di abad 21. Harapannya, peserta yang mengikuti acara ini bisa memahami dan mendapatkan wawasan tentang bagaimana dunia kerja, terutama di bidang psikologi industri dan organisasi.
Diadakan pada hari Rabu, 26 Agustus 2020, pukul 16:00 – 17:30., F.Psi Talk Series 7 ini kedatangan dua orang narasumber, alumni dari Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah lebih dulu masuk kedalam dunia kerja. Pertama, Raudah Sabila, S.Psi sebagai talent acquisition di sebuah perusahaan start-up bernama Qoala dan Badruzzaman Wisnu Tomo, S.Psi yang berkarir di perusahaan PT. Adhimix Precast Indonesia sebagai HR Specialist. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 60 orang yang sebagian besar adalah mahasiswa/i Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom, dengan format baru, berupa talk show. “Seru, acara ini terasa lebih ringan dan menyenangkan,”, demikian komen partisipan di chatt room zoom. Antusiasme peserta tampak dari banyaknnya komen dan pertanyaan peserta di chatt room.
Gambar 2. Ciri Human Resource Specialist di Era Milenial
Menurut Kak Badrus dan Kak Bela, “Lulusan psikologi bisa berkarir sebagai HR baik di corporate yang sudah mapan maupun di start up”. Lebih lanjut, diingatkan oleh narsum “mahasiswa harus meningkatkan IT literacy. Harus up-date teknologi. Tahu google sheet, mengedit Bersama melalui google drive, buat form untuk kuesioner online, juga software di bidang analisis data, seperti Excell, SPSS, Lisrell dan Mplus”.
Tidak kalah menarik, Kak Badruz dan Kak Bela menjelaskan pula beda perusahaan baik startup maupun corporate, “Kalau start-up, peluang eksplorasi sangat besar, sangat fleksibel baik dalam jam kerja maupun pakaian, serta underpressure karena penuh ketidakpastian.” Sedangkan untuk corporate yang sudah mapan, cirinya, “regulasi dan sistem stabil, semua sudah formal, serta rutinitas sangat tinggi”. Baik corporate yang sudah mapan maupun start-up memerlukan softskills yang kuat.
Adapun softskills yang harus diasah sejak mahasiswa adalah cukup banyak. “Gunakan waktu sebaik mungkn saat menjadi mahasiswa. Kalian bisa melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi serta self-management dan leadership. Saat tugas kelompok, manfaatkan untuk mengasah hal ini”. Softskill lainnya yang penting adalah “critical thinking dan kreativitas. Banyak sekali kesempatan saat kuliah untuk mengasah ini”. Demikian paparan narsum. Buat kawan-kawan, masih banyak topik-topik menarik yang akan dibahas. Sampai berjumpa di FPsi Talk Series selanjutnya. Semoga bermanfaat.
