Fakultas Psikologi UIN Jakarta Bekali Mahasiswa Keterampilan PFA dan Konseling Dasar 
Fakultas Psikologi UIN Jakarta Bekali Mahasiswa Keterampilan PFA dan Konseling Dasar 

Berita Fpsi online — Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan pelatihan Hear2Care yang memuat materi Psychological First Aid (PFA) dan dasar-dasar konseling, Senin (28/9/2026). Kegiatan di lingkungan fakultas ini diikuti mahasiswa Psikologi UIN Jakarta untuk membekali mereka sebagai peer counselor yang akan bertugas sekitar satu tahun, yakni 2026 hingga 2027. Pelatihan dipandu psikolog klinis Yeny Duriana Wijaya, M.Psi., Psikolog. 

Acara tersebut dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Rena Latifa, M.Psi., Psikolog. Hadir pula Ketua Layanan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa (LKPM) Fakultas Psikologi, Dr. Neneng Tati Sumiati, M.Si., Psi., yang memberikan sambutan. Adapun Yeny merupakan dosen tetap Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul sejak 2013 dan psikolog klinis di Biro Pulih@The Peak sejak 2022, dengan pengalaman konseling klien sekitar 12 tahun. 

Dalam sambutannya, Neneng menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pembekalan peserta untuk menjadi peer counselor. Menurutnya, materi yang diberikan adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki. Ia meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan penuh semangat tanpa keluar masuk, agar ilmunya diperoleh dan dapat dimanfaatkan untuk membantu teman-teman mereka. 

Neneng juga menyampaikan bahwa kegiatan terdekat setelah pelatihan ini akan melibatkan mahasiswa semester 3 yang sedang menempuh mata kuliah Kesehatan Mental. Dalam kegiatan itu, tim LKPM akan membantu pendampingan selain dosen pengampu karena jumlah mahasiswa dalam satu kelas cukup banyak. Teknis pelaksanaannya akan dibahas dan dijelaskan lebih lanjut. 

Dalam pelatihan tersebut, Yeny memaparkan PFA sebagai keterampilan dan pengetahuan untuk membantu orang yang sedang mengalami kesulitan agar merasa tenang dan mampu mengatasi situasi sulit atau krisis. Pelaksanaannya mencakup tiga langkah, yaitu melihat (look), mendengar (listen), dan menghubungkan (link). 

Pada materi dasar-dasar konseling, peserta diperkenalkan dengan teknik dasar seperti mendengarkan, bertanya, observasi, memberi dukungan, dan merangkum. 

Yeny berharap pelatihan ini membuat peserta mampu menjadi tempat bercerita bagi teman-temannya. Dengan begitu, kesehatan mental sivitas akademika Fakultas Psikologi,

terutama mahasiswa, tetap terjaga dan mereka dapat belajar dengan lebih nyaman. 

Dalam pesannya kepada peserta, Yeny menekankan pentingnya terus belajar, berlatih, dan menjaga kerahasiaan. “Teruslah belajar, berlatih, itu yang penting. Kemudian selalu jaga kerahasiaan,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa peserta tidak boleh mengumbar rahasia orang lain meskipun yang dibantu adalah teman sendiri, sebab persoalan pribadi yang tidak terduga kemungkinan besar akan mereka ketahui. 

 

Jurnalis: Muhammad Bahrul Mafaza

Photographer: Tamhidan Arya Asadehan

Editor: Hanindhia Adzkiya Muthi