Hadirkan Alumnus Inspiratif, PBAK FPsi 2026 Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Dunia Akademik
Hadirkan Alumnus Inspiratif, PBAK FPsi 2026 Bekali Mahasiswa Hadapi Tantangan Dunia Akademik

Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) untuk menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027. Pada hari pertama, Jumat (28/8/2026), kegiatan ini menghadirkan alumnus inspiratif, Septian Dwi Cahyo, S.Psi., Ed.M. Ia merupakan alumnus S1 Fakultas Psikologi UIN Jakarta angkatan 2013 yang kini mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek. Pada kesempatan tersebut, Septian membagikan wawasannya melalui sesi bertajuk “Navigating Academic Life to Make Dreams Come True”.

Dalam paparannya, Septian menekankan bahwa masa awal menyandang status mahasiswa baru adalah titik mula yang sangat krusial untuk menentukan tujuan ke depan. Ia menyadari bahwa setiap individu memiliki panggung dan cita-citanya masing-masing.

WhatsApp Image 2026-08-31 at 12.51.13

Urgensi Membangun Growth Mindset

Septian turut menuturkan perjalanan panjangnya hingga berhasil mengenyam pendidikan magister di Teachers College, Columbia University, New York. Rupanya, percikan keinginan tersebut sudah muncul sejak ia duduk di semester pertama perkuliahan. Pada masa itu, ia sempat dihantui rasa ragu dan inferioritas lantaran menyadari kemampuan bahasa Inggrisnya yang masih terbatas. Menurutnya, perasaan takut dan tidak yakin adalah reaksi psikologis yang sangat normal. Namun, membiarkan perasaan tersebut tumbuh berlarut-larut hanya akan menjadi mental block yang menghambat langkah.

Lebih jauh, ia menyoroti urgensi mengubah pola pikir dari fixed mindset menjadi growth mindset. Ia mendefinisikan growth mindset sebagai keyakinan bahwa potensi dan kapasitas diri seseorang dapat terus berkembang, sangat kontras dengan fixed mindset yang menganggap kemampuan diri bersifat statis dan tidak dapat diubah. Septian mencontohkan bagaimana ia sendiri mematahkan kebuntuannya terhadap bahasa Inggris dengan berani mencoba metode pembelajaran baru.

"Perasaan stuck pada hal tertentu terjadi karena kita belum menemukan cara atau metode yang tepat. Semakin banyak praktik, pengetahuan atau keterampilan kita akan turut bertambah dengan sendirinya," urainya. Ia juga menekankan bahwa kampus luar negeri tidak sekadar mencari sosok yang jenius, melainkan kandidat yang memiliki motivasi kuat serta keselarasan tujuan dengan program yang ditawarkan.

WhatsApp Image 2026-08-31 at 12.51.14

Menghadapi Tantangan dan Menjaga Ritme Kehidupan

Dalam sesi diskusi interaktif, Septian merespons langsung kekhawatiran mahasiswa baru mengenai cara untuk bisa bertahan dan berprestasi di tengah dunia akademik. Ia menegaskan bahwa tidak ada kiat instan untuk meraih kesuksesan lantaran setiap orang memiliki jalurnya masing-masing. Audiens diajak untuk mulai memandang kesulitan sebagai arena peningkatan kualitas diri.

"Kalau kalian tidak merasa capek, tidak takut, itu berarti kalian tidak belajar dan tidak meng-upgrade diri kalian. Kalau merasa suatu hal tidak nyaman, percayalah bahwa itu adalah proses kalian sedang berkembang," tegasnya menjawab keraguan peserta.

Di samping memacu capaian akademik, Septian juga mewanti-wanti mahasiswa untuk pandai menjaga keseimbangan (balance). Ia menyarankan agar mahasiswa menuntaskan tanggung jawab perkuliahan sembari tetap meluangkan energi untuk berorganisasi, menekuni hobi, rutin berolahraga, dan memiliki jam istirahat yang ideal.

Pengalaman panjangnya berorganisasi di Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta, hingga bergabung dalam Indonesia Muslim Student Association di New York, menurutnya menjadi sebuah bekal berharga untuk memasuki dunia kerja. Walau acapkali tak bersinggungan langsung dengan substansi teknis pekerjaan utamanya saat ini, organisasi sangat terbukti ampuh dalam mengasah soft skill, melatih manajemen konflik, serta memperluas cakrawala pemikiran saat harus berbaur dengan beragam karakter manusia.

Di penghujung materinya, ia menitipkan satu pesan kunci kepada mahasiswa agar setiap target yang dibuat tidak berhenti sebagai angan-angan semata.

"It's not a dream, it's a plan," tutupnya.

WhatsApp Image 2026-08-31 at 12.51.14 (1)