Hari Kedua: Seminar Nasional dan Kongres HEPI 2026, Konsolidasi Nasional Strategi Asesmen untuk Transformasi Pembelajaran
Hari Kedua: Seminar Nasional dan Kongres HEPI 2026, Konsolidasi Nasional Strategi Asesmen untuk Transformasi Pembelajaran

Berita Fpsi online — Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Seminar Nasional HEPI 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis, 12 Februari 2026. Mengusung tema besar “Learning Assessment Strategy for Deep Learning”, seminar ini menghadirkan tokoh-tokoh penting di bidang pendidikan nasional dan internasional.

Acara dibuka secara khidmat dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta doa. Ketua Panitia, Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., dalam laporannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun sistem evaluasi pendidikan yang kredibel dan adaptif.

Sambutan Ketua Umum HEPI, Bahrul Hayat, Ph.D., dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menekankan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas asesmen nasional. Momentum pembukaan juga ditandai dengan penyerahan plakat kepada pimpinan perguruan tinggi mitra dan sertifikat kepada para narasumber.

Puncak sesi pagi menghadirkan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, yang menyampaikan keynote speech tentang “Arah Kebijakan Nasional Asesmen & Transformasi Pembelajaran.” Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa asesmen harus menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik. Perspektif ini diperkuat oleh paparan Dr. Rahmawati, M.Pd., Kepala Pusat Asesmen Pendidikan.

Sesi pleno internasional menghadirkan Jenny Lewis, Ph.D. (Education Advisor INOVASI) yang berbagi praktik terbaik implementasi deep learning di Australia. Selanjutnya, Dr. Nahdiana, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, memaparkan praktik baik pembelajaran mendalam di tingkat daerah. Diskusi berlangsung dinamis dan reflektif.

Pada sesi paralel, puluhan pemakalah mempresentasikan hasil penelitian di tujuh ruang berbeda, baik secara luring maupun daring. Beragam topik strategis dibahas, mulai dari integrasi Rasch Model, pengembangan HOTS, asesmen berbasis AI, hingga refleksi etis penggunaan teknologi dalam evaluasi pendidikan. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian terhadap inovasi asesmen di era transformasi digital.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Kongres HEPI 2026 yang dihadiri oleh para member dan pengurus HEPI. Kongres ini menjadi forum konsolidasi organisasi dalam merumuskan langkah strategis pengembangan evaluasi pendidikan ke depan.

Selama dua hari pelaksanaan, Workshop, Seminar Nasional, dan Kongres HEPI 2026 berhasil menjadi momentum penting dalam memperkuat strategi asesmen sebagai fondasi pembelajaran mendalam. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga membangun jejaring kolaboratif demi transformasi pendidikan Indonesia yang lebih bermakna dan berkelanjutan.