Hari Pertama: Workshop HEPI 2026, Menguatkan Learning Assessment Strategy for Deep Learning
Hari Pertama: Workshop HEPI 2026, Menguatkan Learning Assessment Strategy for Deep Learning

Berita Fpsi online — Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) mengawali rangkaian kegiatan nasionalnya dengan Workshop bertema “Learning Assessment Strategy for Deep Learning” pada Rabu, 11 Februari 2026. Bertempat di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan ini menjadi ruang belajar kolaboratif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah.

Sejak pukul 08.00 WIB, peserta mulai memadati meja registrasi. Panitia dengan sigap melayani peserta, memastikan kelengkapan daftar hadir, serta membagikan paket workshop, snack, dan perlengkapan ATK. Antusiasme peserta sudah terasa bahkan sebelum acara resmi dimulai.

Workshop dibuka pukul 08.30 WIB oleh MC, dilanjutkan dengan pemutaran video profil HEPI yang menggambarkan kontribusi organisasi dalam pengembangan sistem evaluasi pendidikan nasional. Dalam sambutannya, Ketua Umum HEPI, Bahrul Hayat, Ph.D., menegaskan bahwa asesmen harus menjadi strategi pembelajaran, bukan sekadar alat ukur hasil belajar. Pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh semangat kebersamaan.

Memasuki sesi inti, Prof. Bambang Suryadi memaparkan materi “Pembelajaran Mendalam: Konsep dan Implementasi”. Dimoderatori oleh Ibnu Salman dan Auzurra Bismi Layla, sesi ini membedah bagaimana pembelajaran mendalam (deep learning) mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi praktik baik dari institusi masing-masing.

Setelah coffee break, pembahasan dilanjutkan dengan pendalaman implementasi pembelajaran mendalam dalam berbagai konteks pendidikan. Sesi ini memperkaya perspektif peserta tentang pentingnya keselarasan antara strategi pembelajaran dan sistem asesmen.

Pada sesi siang hari, Asrijanty, Ph.D. membawakan materi “Pembelajaran Mendalam: Strategi Asesmen” yang dimoderatori oleh Azizah Puspa Sari. Materi ini menyoroti bagaimana merancang instrumen asesmen autentik yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), karakter, serta kompetensi abad 21. Peserta diajak menganalisis contoh instrumen dan mendiskusikan strategi pengembangan asesmen berbasis proyek.

Workshop hari pertama ditutup dengan penyampaian informasi Seminar Nasional yang akan digelar keesokan harinya. Hari pertama ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga forum refleksi bersama tentang arah asesmen pendidikan Indonesia dalam mendukung deep learning.