International Visiting Lecturer in Islamic Psychology: Fakultas Psikologi UIN Jakarta Hadirkan Prof. Dr. Süleyman Derin dari Türkiye
Berita Fpsi online — Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Pusat Psikologi Islam menyelenggarakan kegiatan International Visiting Lecturer in Islamic Psychology pada Senin, 18 Mei 2026 di Ruang 303–304 Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Mengangkat tema “Psychological Lessons from the Lives of the Prophets,” kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Süleyman Derin, Professor of Sufi Studies dari Marmara University, Türkiye. Acara dipandu oleh Rizky Ramadhani, dibuka oleh MC Yazmine Nazwa Salsabilla, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Khairatunnisa, serta sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi., Psikolog, yang menegaskan pentingnya pengembangan Psikologi Islam dalam mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Süleyman Derin menjelaskan bahwa kisah-kisah para nabi dalam Al-Qur’an mengandung pelajaran psikologis yang sangat relevan dengan kehidupan manusia modern. Beliau menegaskan bahwa cerita merupakan metode pembelajaran dan terapi yang efektif karena mampu menyentuh sisi emosional manusia secara mendalam. Melalui kisah Nabi Adam a.s., beliau menjelaskan konsep fitrah manusia yang pada dasarnya baik dan memiliki kemampuan untuk bertobat serta memperbaiki diri. Penjelasan tersebut diperkuat dengan konsep struktur psikologis manusia menurut Imam Al-Ghazali.
Suasana seminar semakin menarik ketika Prof. Süleyman Derin membahas berbagai pelajaran kehidupan dari kisah nabi lainnya. Kisah Habil dan Qabil dijelaskan sebagai refleksi tentang iri hati dan pilihan hidup manusia, sementara kisah Nabi Nuh a.s. menggambarkan resiliensi dalam menghadapi ujian. Beliau juga menjelaskan bahwa kisah Nabi Ya’qub a.s. dan Nabi Yusuf a.s. mengajarkan pentingnya harapan, pengendalian diri, serta kemampuan memaafkan. Pada pembahasan Nabi Musa a.s., beliau menyoroti pentingnya menghadapi rasa takut secara bertahap dan berkomunikasi dengan kelembutan.
Sebagai penutup, Prof. Süleyman Derin mengulas keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai sosok yang penuh empati, lembut, dan memiliki perhatian besar terhadap kesehatan mental umat. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif, kemudian ditutup dengan doa oleh Ihsan Fathi Abdullah dan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan bahwa kisah para nabi tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mengandung pelajaran psikologis yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.