Kolam Ikan di Kampus Psikologi UIN Jakarta Ini Jadi Bagian dari Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati
Kolam Ikan di Kampus Psikologi UIN Jakarta Ini Jadi Bagian dari Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati

Ciputat, 25 Mei 2025 , Gemericik air yang jatuh dari pancuran aliran kolam membawa ketenang sekaligus inilah upaya menjaga keanekaragaman hayati tidak selalu harus dimulai dari laut yang luas. Lingkungan kampus pun dapat mengambil bagian melalui langkah sederhana, seperti merawat kolam ikan sebagai habitat satwa air.

Hal itu terlihat di lingkungan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdasarkan laporan mahasiswa fakultas, kolam ikan di area taman telah menjadi salah satu bagian dari ekosistem fakultas psikologi.

Keberadaan kolam tersebut melengkapi ruang hijau fakultas yang juga memiliki pepohonan dan beragam tanaman. Dengan demikian, lingkungan kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menyediakan ruang bagi kehidupan berbagai organisme.

Kolam ikan menjadi bagian dari ekosistem taman

Pengelolaan kolam ikan merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap keberadaan satwa air di lingkungan fakultas.

Meski demikian, kolam ikan di lingkungan kampus bukanlah ekosistem laut. Praktik pemeliharaannya lebih tepat dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan perairan dalam skala lokal, bukan sebagai bukti langsung konservasi laut.

Kampus dapat memulai dari langkah sederhana

Keberadaan kolam ikan menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat diterapkan melalui pengelolaan ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pemeliharaan kolam, perawatan taman, dan pengelolaan vegetasi dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya keseimbangan ekosistem kepada sivitas akademika.

Fakultas Psikologi UIN Jakarta juga memiliki taman dan lahan tanam yang mendukung keberagaman hayati. Kombinasi ruang hijau dan habitat satwa air tersebut memperkaya lingkungan alami di kawasan fakultas.

Ke depan, dokumentasi mengenai kondisi kolam, jenis ikan, serta kegiatan pemeliharaan dapat membantu memperlihatkan perkembangan program secara lebih terukur.

Langkah kecil di lingkungan kampus ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dari ruang yang paling dekat dengan manusia.