Mahasiswa Kelas Peminatan Psikologi Kesehatan Ikuti Pelatihan Asisten Fasilitator
Ruang Kelas FPsi, Psycreatix — Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FPsi UIN Jakarta) mengadakan Pelatihan Asisten Fasilitator SENADA SAKINAH. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 08.30 hingga 14.00 WIB di ruang kelas 108.
Pelatihan ini diikuti mahasiswa kelas peminatan Psikologi Kesehatan semester ganjil 2026/2027. Mereka dipersiapkan untuk membantu pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Pusat Psikologi Kesehatan FPsi UIN Jakarta bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dan Dharma Wanita Persatuan. Program tersebut membekali calon pengantin dengan keterampilan komunikasi yang sehat.
Dalam sambutannya, Dr. Risatianti Kolopaking, M.Si., Psikolog, menjelaskan bahwa nama senada tidak berarti selalu sama. Ia menyebut pasangan bisa saja berbeda, tetapi tetap dapat terhubung jika mampu berkomunikasi dengan baik. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan menyamakan perspektif seluruh asisten sebelum terjun langsung ke lapangan.
Selain Risatianti, pelatihan ini menghadirkan empat pemateri, yakni Liany Luzvinda, M.Si.; Dr. Solicha, M.Si.; Luh Putu Suta Haryanthi, Ph.D.; dan Farhanah Murniasih, M.Si. Mereka membawakan lima sesi, yaitu Berbeda, Dengar, Bicara, Jeda, dan Membahas Perbedaan. Materinya mengacu pada prinsip Acceptance and Commitment Therapy yang dibingkai dengan nilai-nilai Islami.
Risatianti menambahkan bahwa waktu pelaksanaan program cukup terbatas sehingga setiap sesi lebih banyak berisi latihan. Meski waktunya terbatas, pelatihan ini membekali asisten fasilitator dengan keterampilan penting demi kelancaran pelaksanaan program, Dalam praktiknya, mahasiswa nantinya mendampingi dua sampai tiga pasangan peserta, menjaga waktu, memastikan peserta bergantian peran, dan merahasiakan data peserta. Ia mengingatkan bahwa asisten fasilitator bukan konselor pasangan. Topik trauma, kekerasan dalam pacaran, dan perselingkuhan pun tidak boleh dibahas dalam sesi. "Kita melatih, bukan menguji," tegasnya.
Pelatihan ini menjadi bekal bagi mahasiswa menjelang pelaksanaan program pada 28 Oktober 2026 di kantor Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Cawang. Menurutnya, program tersebut diharapkan diikuti sedikitnya 25 pasang calon pengantin. Lebih dari sekadar jumlah peserta, program ini diharapkan dapat membantu calon pengantin berkomunikasi dengan lebih sehat dan terbuka bersama pasangan.
Journalist:Muhammad Bahrul Mafaza
Editor: Hanindhia Adzkiya Muthi
Photographer: Khazanatul Azra
