Ramadhan Discussion: Anomalous Experiences
Ramadhan Discussion: Anomalous Experiences

Berita Fpsi online — Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Ramadhan Discussion: Anomalous Experiences pada Rabu, 18 Februari 2026, secara hybrid di Ruang 108 Lantai 1 Gedung Fakultas Psikologi serta melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan yang diinisiasi oleh Discussion Community bersama Anthropopsychology of Religion/Spirituality Lab ini berlangsung dengan penuh antusiasme, dihadiri oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat umum yang tertarik pada kajian pengalaman keagamaan dan spiritual.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi, Psikolog, Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya ruang dialog ilmiah yang sehat untuk memahami pengalaman keagamaan dan spiritual secara kritis, terbuka, serta tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan tradisi akademik.

Diskusi menghadirkan paparan komprehensif dari Tomas Lindgren, Professor of Psychology of Religion dari Umeå University, Swedia, yang mengulas pengalaman anomali dari perspektif psikologi agama. Ia menjelaskan bahwa pengalaman-pengalaman tersebut dapat dipahami melalui kerangka kognitif, emosional, dan sosial tanpa serta-merta menegasikan makna personal yang dirasakan individu. Sementara itu, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi, Psikolog, Guru Besar Psikologi Agama UIN Jakarta, memaparkan hasil survei mengenai perubahan religius dan spiritual pasca pengalaman mendekati kematian di kalangan masyarakat urban Indonesia. Temuan ini menunjukkan adanya transformasi makna hidup, peningkatan religiusitas, serta perubahan orientasi nilai pada sebagian responden.

Perspektif keislaman diperkaya oleh Dr. Eva Nugraha, M.Ag, dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Jakarta, yang membahas pengalaman anomali dalam tradisi Islam. Ia menegaskan bahwa dalam khazanah Islam, pengalaman spiritual memiliki kerangka makna, otoritas, dan batasan tertentu yang perlu dipahami secara kontekstual agar tidak menimbulkan kesalahpahaman teologis.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu ini. Melalui forum ini, Fakultas Psikologi UIN Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang inklusif, reflektif, dan relevan dengan dinamika spiritual masyarakat. Ramadhan Discussion 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga momentum memperkaya pemahaman tentang relasi antara pengalaman spiritual, ilmu pengetahuan, dan tradisi keagamaan.