Sambut Mahasiswa Baru, Fakultas Psikologi UIN Jakarta Gelar PBAK 2026 Berbasis Integritas Keilmuan dan Keorganisasian
Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan 2026 yang dilaksanakan mulai tanggal 28 hingga 29 Agustus 2026. PBAK tahun ini mengusung tema “See Beyond, Grow Within: From Self-Discovery to Shared Impact”. Tema ini diangkat sebagai upaya persuasif kepada mahasiswa baru untuk melihat lebih jauh dari sekadar pencapaian akademik, yaitu memahami diri sendiri, mengenali potensi yang dimiliki, serta pengembangan karakter.
Hari pertama PBAK dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi., Psi.; Wakil Dekan Bidang Akademik, Yufi Adriani, Ph.D., Psi.; Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Mulia Sari Dewi, M.Si., Psi.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi., Psi.; Ketua Program Studi S-1 Psikologi, Dr. Mohamad Avicenna, M.H.Sc.Psi., Ph.D.; Sekretaris Program Studi S-1 Psikologi, Desi Yustari Muchtar, M.Psi.; Ketua DEMA Fakultas Psikologi; Ketua Umum SEMA Fakultas Psikologi; panitia PBAK; serta mahasiswa baru Fakultas Psikologi UIN Jakarta.
Dekan Fakultas Psikologi, Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi., Psi., menyampaikan dalam sambutannya bahwa menurut Sensus 2020, hanya sekitar 8,5% dari total penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi, menjadikan mahasiswa sebagai kelompok terpilih yang memikul tanggung jawab besar sebagai generasi penerus bangsa dan diharapkan dapat berkontribusi luas bagi lingkungan sekitar hingga dunia.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh ilmu yang telah dipilih (psikologi) demi kebermanfaatan masyarakat dan individu. Jangan hanya gunakan satu sudut pandang untuk segala masalah, belajarlah sebanyak mungkin, jadikan masalah sebagai media pembelajaran dalam membuat keputusan.” tegasnya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan materi wawasan fakultas yang dipaparkan oleh jajaran pimpinan fakultas. Wakil Dekan I Bidang Akademik,Yufi Adriani, Ph.D, Psi., memaparkan sejarah singkat dan keunggulan Fakultas Psikologi UIN Jakarta. Dilanjutkan oleh Ketua Program Studi S1, Dr. Mohamad Avicenna, M.H.Sc.Psi., Ph.D., menegaskan peran perguruan tinggi sebagai wadah dalam pembentukan pola pikir analitis dan memperluas jaringan profesional. Melengkapi hal tersebut, Sekretaris Program Studi S1, Desi Yustari Muchtar M.Psi., menjelaskan bahwa sistem perkuliahan menerapkan metode Student-Centered Learning (SCL) yang menjunjung kebebasan berpendapat, penghormatan atas perbedaan, integrasi ilmu dan agama, serta pelibatan mahasiswa dalam penelitian dosen.

Wakil Dekan II, Mulia Sari Dewi, M.Si., Psi., menyampaikan bahwa mahasiswa dituntut berpikir kritis, memiliki rasa ingin tahu tinggi, serta mendasarkan setiap argumen pada teori. Wakil Dekan III, Prof. Dr. Rena Latifa, M.Psi.,Psi., turut menegaskan pentingnya pemahaman aturan dan etika kemahasiswaan sejak awal perkuliahan. Guna menjaga kesehatan mental mahasiswa, fakultas menyediakan Layanan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa (LKPM) yang dipimpin oleh Dr. Neneng Tati Sumiati M.Si.Psi.
Hari pertama PBAK turut menghadirkan Kepala Pusat Karir Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.Int. Dev. Ia mengenalkan Pusat Karir UIN sebagai lembaga yang menjembatani para alumni agar mampu bersaing dan bertahan di dunia industri. Kemudian dilanjut oleh materi dari pembicara inspiratif Maharini Aulia, M.Psi., Psi., yang membahas mengenai interpersonal skills hingga diakhiri dengan Sharing Session bersama Septian Dwi Cahyo, M. Ed., yang berbagi mengenai pengalamannya selama berkuliah di Fakultas Psikologi UIN Jakarta dan Columbia University, New York.
Hari kedua membawa banyak inspirasi dengan kehadiran alumni Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Muhammad Ilham Fahreza, S.Psi., yang membawakan materi kepemimpinan dan keorganisasian. Selanjutnya, Dosen Bahasa Arab FITK UIN Jakarta, Muhamad Fahri, M.Pd., menyampaikan materi moderasi beragama dengan menggarisbawahi pentingnya profil mahasiswa muslim yang moderat.
"Mahasiswa muslim yang moderat adalah mereka yang senantiasa mengacu pada kebenaran serta mampu menjaga keseimbangan antara nilai-nilai kehidupan duniawi dan ukhrawi," ujar Fahri.
Kemeriahan PBAK 2026 dilanjutkan dengan pentas GELORA, yakni penampilan kreasi drama dari mahasiswa baru dan diakhiri melalui prosesi penutupan secara simbolis dengan pelepasan balon ke udara. Hal ini menjadi simbol diresmikannya penutupan PBAK 2026 sekaligus menandai kesiapan mahasiswa baru untuk melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu Masa Bimbingan (MABIM).



