Unit Filantropi Fakultas Psikologi UIN Jakarta: Strategi Kepedulian Sosial untuk Mendukung SDGs Tujuan 1
Unit Filantropi Fakultas Psikologi UIN Jakarta: Strategi Kepedulian Sosial untuk Mendukung SDGs Tujuan 1

Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 1, yaitu mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dan di mana pun, menegaskan pentingnya upaya nyata untuk memperluas akses terhadap sumber daya dan kesempatan hidup yang lebih baik. Dalam konteks pendidikan tinggi, Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkontribusi melalui program beasiswa, bantuan keuangan mahasiswa, serta pembentukan Unit Filantropi Fakultas Psikologi sebagai instrumen strategis penguatan kepedulian dan solidaritas sosial di lingkungan fakultas.

Unit Filantropi tidak hanya berperan sebagai saluran bantuan, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun ekosistem kepedulian yang terarah, terorganisasi, dan berkelanjutan. Melalui penghimpunan dan penyaluran dukungan sosial, unit ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara fakultas, sivitas akademika, alumni, dan mitra dalam mendukung kebutuhan pendidikan mahasiswa. Peran strategis tersebut mencakup pengembangan sumber dukungan, penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan, transparansi pengelolaan, serta pemantauan manfaat program bagi keberlanjutan studi mahasiswa.

Pada periode 2025–2026, tercatat 28 mahasiswa angkatan 2025 berada pada kelompok UKT 1–3 dan 66 penerima memperoleh bantuan keuangan melalui KIP-K, Beasiswa Prestasi Social Trust Fund (STF), Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE), dan Unit Filantropi Fakultas Psikologi.

Dengan demikian, Unit Filantropi menjadi bagian penting dari strategi fakultas dalam menerjemahkan komitmen SDGs Tujuan 1 ke dalam aksi nyata di bidang pendidikan. Melalui tata kelola filantropi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, unit ini berpotensi memperluas jangkauan bantuan, memperkuat ketahanan pendidikan mahasiswa, serta membangun budaya berbagi yang berdampak bagi komunitas akademik. Kontribusinya tidak hanya terletak pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga pada upaya membangun sistem dukungan sosial yang berkelanjutan untuk membantu memutus hambatan ekonomi dalam mengakses dan menyelesaikan pendidikan tinggi.